Sindikat Penyelundupan Gas Elpiji di Subang Diungkap Polda Jabar, 11 Orang Diamankan

- 25 Juli 2022, 22:00 WIB
Polda Jabar Ungkap Penyelundupan Gas Elpiji Bersubsidi
Polda Jabar Ungkap Penyelundupan Gas Elpiji Bersubsidi /Dede Rukma/Subangtalk

SUBANGTALK - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar, kembali mengamankan sejumlah orang yang terlibat dalam penyelundupan gas Elpiji subsidi di Patok Besi, Kabupaten Subang.

Saat ini, total sudah ada 11 orang pelaku yang diamankan Polisi masing-masing inisial TAJ, M, DS, AA, HRD, LK, FY, N, UIE, WM, dan TS.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Ibrahim Tompo S.I.K., M.Si mengatakan, 11 tersangka yang sudah diamankan itu dibagi ke dalam tiga kategori, sesuai dengan peran masing - masing, mulai dari pemodal, penyedia LPG dan pekerja lapangan.

Baca Juga: Anak Usia 11 Tahun Di Bully Disuruh Setubuhi Kucing, Polisi Naikan Status ke Penyidikan

"Kami membagi pelaku dalam tiga kluster, pemodal atau yang punya uang yang menggerakkan kegiatan ilegal ini, kedua penyedia LPG dalam hal ini adalah oknum-oknum dari transporter SPBE dan pelaksana lapangan yang kami tangkap di TKP," ujar Ibrahim Tompo, saat Konferensi Pers di Polda Jabar, Jalan Soekarno - Hatta, Senin (25/7/2022).

Menurutnya, kasus ini sejak awal memang sindikasi atau melibatkan banyak orang. Sehingga Ia terus melakukan pengembangan hingga diamankannya 11 orang tersangka.

"Ini adalah Sindikasi melibatkan orang atau kelompok, sekarang total 11 orang yang kita amankan dengan peran berbeda," katanya.

Baca Juga: Timbulkan Kemacetan, Polisi Usul Citayam Fashion Week Digelar Saat CFD

Direktur Reskrimsus Polda Jabar Kombes Pol
Arif Rachman mengatakan bahwa selain merugikan negara, tindakan penyelundupan LPG subsidi ini sangat membahayakan masyarakat sekitar. Mengingat, cara kerja penyelundupan tidak menggunakan standar keamanan yang jelas.

"Kita berhasil menyelamatkan kerugian negara sekitar Rp. 9 Miliar. Kami jerat dengan berbagai perundang-undangan yang berlaku, UU migas, UU perlindungan konsumen, ancaman lima tahun penjara sampai 6 tahun penjara," ucapnya.

Halaman:

Editor: Dede Rukma


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah